Pertanyaan yang belum ada jawabnya
Pertanyaan-pertanyaan
yang muncul dari diri sendiri atau untuk diri sendiri sebenarnya hal yang
wajar. Anehnya, ketika semua pertanyaan-pertanyaan itu menyeruak, diri sendiri
pun nggak punya jawabannya. Tentang Kenapa
aku ngerasa begini? Kenapa aku jadi begini? Ada apa sih sebenernya sama aku? Dan Apa yang salah sama diri aku? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini
mendasar banget untuk semua orang. Kurasa, semua orang pasti pernah ngerasain
diteror sama pertanyaan-pertanyaan semacam ini.
Karena
mungkin memang belum menemukan jawabannya aja, atau memang tidak semua tanya
ada jawabnya. Mungkin ketika aku membaca tulisan ini lagi beberapa tahun
kemudian, aku akan tahu kenapa aku menulis ini. Begitu juga dengan aku yang
akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul itu.
Ada
yang bilang ”semua ini masalah waktu” mungkin memang benar, waktu punya
jawabannya. Tapi, apa semua orang bisa menunggu waktu? Apa semua orang akan
terjawab oleh waktu? Oh, hei kawan…. Itu tergantung bagaimana masing-masing
orangnya, bukan? Ada yang akan tahu setelah ia menunggu cukup lama. Dan ada
juga yang tidak sempat tahu karena masa aktifnya di dunia sudah habis. Tapi,
pertanyaannya juga pasti akan terjawab, di sana.
Merasa
aneh pada diri sendiri, bertanya pada diri sendiri. Kenapa aku masih saja belum bisa berjalan beriringan? Kenapa aku susah
sekali untuk hal itu? Masalahnya mungkin hanya ada padaku. Bukan ia yang
mencoba untuk hadir ke duniaku. Aku terlalu nyaman dengan keadaan ini. Kadang
memang takut, takut jika terus berlarut-larut.
Sempat
ada seseorang yang berhasil membuka gembok pintuku. Tapi, akunya saja yang
menutup kembali pintunya. Aku berpikir bahwa jika ia memang benar-benar
untukku, pasti lah ia tidak akan beranjak dari tempatnya berdiri sebelumnya.
Namun, ia masuk ke pintu yang lain.
Sampai
saat ini pintuku masih tertutup rapat, ada yang menggedor-gedor. Namun, ia tak
berhasil membukanya. Atau… memang aku yang tak ingin membuka. Bukan berarti aku
membiarkan ia terus menerus berada di depan pintuku. Aku memberinya tawaran
untuk pergi, karena percuma saja pintunya belum tentu akan terbuka, bahkan bisa
jadi tak terbuka untuknya. Karena dari diriku, ia bukan kamu.
Pertanyaan-pertanyaan
itu akan terjawab nantinya setelah ada yang benar-benar bisa membuka pintuku.

Ouwaaaa daebaaak
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusUwuuuuuuu💕💕💕💕
BalasHapusAda apa dengan aku....nemu jawaban nya tp gk bisa ngungkapin nya 😁
BalasHapuslohhh ya diungkapkan dong hehe
Hapus